Monolog Diri II

Bismillahirrahmanirrahim
Dalam tempoh ujian ini..Aku semakin jauh.. dan jauh.. Amat susah untukku bangkit dari kekecewaan ini.. Kini, masalah nampak semakin rumit, serabut, berselirat. ARGGHH!!!

Siapa yang dapat menolongku.. Kenapa aku terasa kosong!! Diriku kembali kehilangan, ketandusan.. "Di mana diriku yang dulu??".Benar aku kehilangan langkah..Aku mula mencari diriku kembali.. 

Meniti dari langkah permulaan.. Buku Maza Ya'ni, diselongkar semula. Buku-buku tulisan Said Hawa, Fathi Yakan, Hassan Al-Banna dibelek kembali.. Ya Allah, jahilnya aku..Mengapa aku tidak sedar ujian yang menimpa ini adalah jawapan bagi doaku?

Tika, aku meneliti kembali bacaan-bacaan doaku.. Aku terhenti sebentar pada ayat ini :

رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ 
Maksudnya: (Mereka berdo'a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan kurniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)". [3:8] 
"Ya Allah, Engkau kuatkanlah aku.."
Rupanya, inilah jawapan kepada permintaanku dahulu. Mehnah ini, ditimpakan supaya aku dapat mencari kekuatan, kemantapan diri yang baru.. NEW PERSON.. which is more stronger than before.. Kenapa aku tidak sedar akan itu...?


Post a Comment

0 Comments